Senin, 28 Februari 2011

Ragam model pembelajaran


Apa sih yang dimaksud dengan pembelajaran berbasis problem?
Apakah cara atau system ataupun kurikulum itu dapat meningkatkan minat belajar murid?
Pembelajaran berbasis problem.

Kita sering merasa bosan ketika materi pembelajaran serta metode pembelajaran itu kurang menarik perhatian kita. Sehingga, materi yang dibicarakan, disamapaikan dan dipresentasikan oleh guru ataupun dosen tidak dapat kita cerna dengan baik. Nah, ini salah satu strategi instruksional learned-centered. Dimana, metode yang digunakan yaitu pembelajaran berbasis problem. pembelajaran berbasis problem ini menekankan pada pemecahahan problem kehidupan nyata. Pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. dan menurut Jhon W. Santrock pembelajaran berbasis problem adalah pendektan learned-centered. Dalam pembelajaran belajar berbasis problem, perencanaan dan insturksinya berbeda dengan pendekata teachered-centered. Perencanaan dan instruksi dari guru searing kali menggunkan metode penjelasan dan presentasi guru. Dimana, pada saat sekarang ini, murid suka dengan keaktifan dan keresponan mmurid dalam mengikuti pembelajaran. Sedangkan pembelajaran berbasis problem fokusnya adalah suatu problem yang harus dipecahkan murid melalui kerja kelompok kecil. Dengan cara arau system ini, membuat murid semangat dalam mengikuti pelajaran. mereka dapat menjadi bagian dalam pembelajaran, dan dengan dara ini juga dapat menjadi murid yang berkompeten, dengan memcahkan berbagai masalah yang dihadapi atau dari segi materi. Pembelajaran berbasis problem ini mengajak, mengikutsertakan, menoba agar murid dapat mengidentifikasikan masalah atau isu yang dikaji, kemudian mencari materi dan sumber bahan lain yang mereka butuhkan mengenai isu atau problem tersebut. Guru bertindak sebagai pembimbing, membantu murid memonitor upaya pemecahan mereka. Jadi kesimpulannya,bahwa dengan penggunaan metode/ cara/ system ataupun kurikulum ini membuata murid termotivasi untuk belajar dan emosi murid menjadi senang dalam belajar karena diikutsertakan/ menjadi bagian dalam pembelajaran dan guru tidak terlalu capek atau lelah dalam mengajar serta kesehatan guru dapat terkondisi/terjaga dengan baik. Karena guru hanya sebagai pembimbing dalam memecahakan masalah tersebut. .

Sumber : Jhon W. Santrock
http://info09oelum.blogspot.com

0 komentar:

Poskan Komentar