Senin, 07 Maret 2011

Proses kognitif, motivasi dan tujuan instruksional


Pernahkah kita berfikir, bagaimana seseorang dapat berprestasi tinggi? Apa yang menyebabkanya seperti itu?

Pembahasan :
Kita mungkin pernah berfikir, mengapa seseorang dapat memiliki prestasi yang tinggi?. Bahkan kita iri melihat orang tersebut dengan prestasi yang dimilkinya. Dan sering kali kita membandingakan antara diri kita dengan orang tersebut antara lain : apa yang membedakan kita dengan orang yang memiliki prestasi yang tinggi tersebut. Mungkin kita dapat mengetahuinya dengan berbagai penelitian yang dilakukan. Salah satu orang tersebut dapat memilki prestasi yang tinggi dengan ada factor-faktor yang mempengaruhinya. Beberapa factor tersebut yaitu : Nature (Gen/keturunan/bawaan) Nutrisi dan lingkungan (proses belajar). Dan mungkin salah satu yang akan kita bahas adalah dari segi proses belajar. Para peneliti telah menemukan bahwa murid berprestasi tinggi sering kali merupakan pelajar yang juga belajar mengatur diri sendiri.(Paris & Paris, 2001; Pintrich, 2000; Pintrich & Schunk, 2002; Zimmerman, 1998,2000, 2001; Zimmerman & Schunk, 2001) misalnya, dibandingkan dengan murid berprestasi rendah, murid berpresatasi yang tinggi mempunyai tujuan yang lebih spesifik , menggunakan lebih banyak strategi belajar, memonitor sendiri proses belajar mereka, dan lebih sistematis dalam mengevaluasi kemajuan mereka sendiri. Guru, tutor, mentor, konselor, dan orang tua dapat membantu murid agar menjadi pembelajaran regulasi diri. System tersebut dinamakan Pembelajaran Regulasi Diri yaitu memunculkan dan memonitor sendiri pikiran, perasaan dan perilaku untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan ini bisa jadi berupa tujuan akademik (menigkatkan pemahaman dalam membaca, menjadi penulis yang baik, belajar perkalian, mengajukan pertanyaan yang relevan), atau tujuan sosioemosional (mengontrol) kemarahan, belajar akrab dengan teman sebaya. Karakteristik dari Pembelajaran Regulasi Diri antara lain :

 Bertujuab memperluas pegetahuan dan menjaga motivasi,
 Menyadari keadaan emosi mereka dan punya strategi untuk mengelola emosinya,
 Secara periodic memonitor kemajuan kearah tujuannya,
 Menyesuaikan atau memperbaiki strategi berdasarkan kemajuan yang mereka buat,
 Mengevaluasi halangan yang mungkin muncul dan melakukan adaptasi yang diperlukan.

Sumber : Jhon W. Santrock

0 komentar:

Poskan Komentar